Evaluasi Produktifitas Ternak Berdasarkan Penilaian Skor Kondisi Tubuh dan Ukuran Dimensi Tubuh Ternak Sapi Bali di Instalasi Lili
Instalasi Lili merupakan Instalasi pembibitan ternak Sapi Bali yang dikembangkan dengan sistem pemeliharaan semi intensif. Sistem pemeliharaan semi intensif yang dilakukan di Instalasi Lili adalah sistem pemeliharaan dengan mengandangkan ternak dan disediakan pakan untuk ternak dengan sistem cut and carry. Diharapkan dengan sistem pemeliharaan ini dapat meningkatkan produktivitas ternak sapi bali karena adanya ketersediaan pakan yang baik dan pengawasan intens terhadap pertumbuhan ternak sapi bali.
Tugas pokok dari pengawas bibit ternak adalah menyiapkan, melaksanakan, mengevaluasi, mengembangkan dan melaporkan kegiatan pengawasan bibit ternak yang terdiri atas pengawasan mutu bibit, pengawasan mutu benih serta pengawasan peredaran bibit dan benih
Untuk menghasilkan bibit ternak yang berkualitas, sangat perlu dilakukan pengawasan mutu bibit ternak dalam hal ini melakukan evaluasi produktivitas ternak sapi bali berdasarkan pengukuran dimensi tubuh ternak dan penilaian skor kondisi tubuh ternak sapi bali di Instalasi Lili. Produktivitas ternak dapat terukur melalui pengukuran dimensi tubuh ternak dan skor kondisi tubuh ternak
Pengukuran dimensi tubuh ternak seperti panjang badan, tinggi pundak, lingkar dada perlu untuk dilakukan karena ukuran-ukuran tubuh ternak tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk mengestimasi bobot badan ternak sapi bali. Bobot badan sapi merupakan salah satu indikator produktivitas ternak yang dapat diduga berdasarkan ukuran linear tubuh sapi.
Pengukuran dimensi tubuh ternak Sapi Bali di Instalasi Lili dimaksudkan dengan mengukur dimensi tubuh luar ternak yaitu :
- Tinggi Pundak
Tinggi pundak ialah jarak tegak lurus dari permukaan yang rata sampai titik tertinggi pundak melewati bagian scapulla diukur dengan menggunakan tongkat ukur yang dinyatakan dalam cm.

- Panjang Badan
Panjang badan, diukur secara lurus dengan tongkat ukur dari bongkol bahu (tuberositas humeri) sampai ujung tulang duduk (tuber ischii), dinyatakan dalam cm.

3. Lingkar dada
Lingkar dada. Diukur dengan cara melingkarkan pita ukur pada bagian dada belakang bahu yang dinyatakan dengan cm.



