Dalam upaya pengendalian penyakit rabies di pulau Timor, dilaksanakan Bimtek kepada TNI untuk membantu Tim teknis melakukan pengendalian penyakit rabies di pulau timor. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 21 November 2024 di Kodim 1604 Kupang dengan narasumber Kabid keswan Kabupaten Kupang Drh Yosep Paulus dan Drh Murni ; Dan pada tanggal 22 November 2024 di Kodim 1605 Belu narasumber Kabid Keswan Kabupaten Belu Pak Gusti dan Kodim 1618 TTU narasumber Kabid keswan Drh Stefanus Tenis. Bimtek kepada TNI untuk membantu kegiatan vaksinasi, pendataan Hewan Pembawa Rabies (HPR) dan lalulintas HPR. Dalam materi yang diberikan oleh Narasumber antara lain informasi situasi penyakit rabies, metoda pengendalian rabies, sosialisasi talalaksana penanganan rabies pada hewan dan manusia dan juga sistem pelaporan HPR melalui aplikasi PUSKESWAN SATU DATA.
Dalam sambutannya, dari BNPB Pusat dan Kepala BPBD NTT menyampaikan pentingnya vaksinasi terhadap hewan peliharaan sampai cakupan minimal 70 persen populasi HPR di wilayah masing-masing, pendataan populasi HPR dan pendirian posko-posko vaksinasi untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya rabies.
Semua Damdim dalam sambutannya juga menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya penanggulangan rabies di wilayah NTT khususnya Pulau timor. Dan menekankan pentingnya kerjasama antara TNI-Polri, Dinas Kesehatan, dinas peternakan, dan seluruh stakeholder terkait untuk mengendalikan penyebaran virus rabies.
Rakor ini juga diisi dengan sesi tanya jawab dan diskusi produktif dalam meningkatkan pemahaman tentang penyakit rabies dan pola penanganan rabies kedepan. Diharapkan koordinasi ini merupakan langkah nyata pemerintah dan TNI dalam menanggulangi rabies di NTT, memastikan bahwa semua pihak terkait bekerja bersama untuk melindungi masyarakat dari ancaman rabies melalui pencegahan dan penanganan yang efektif.