Rekomendasi Pengujian Terhadap Anjing Yang di Curigai Terinfeksi Rabies di NTT

Hal yang paling mendasar dalam pengendalian rabies di Timor Tengah Selatan (TTS) adalah mengetahui di mana penyakit ini muncul, dan di mana penyakit ini tidak muncul. Informasi ini hanya dapat diperoleh dengan memastikan adanya infeksi rabies, baik pada manusia maupun pada hewan terutama pada anjing. Informasi tersebut dibutuhkan dalam jumlah yang cukup dan dengan cakupan yang memadai, hal ini memungkinkan untuk melakukan pemetaan kasus rabies dalam suatu wilayah (daerah terinfeksi) dan pemetaan dari waktu ke waktu (terkait peningkatan ataupun tidak dalam pengendalian penyakit) dan memungkinkan untuk melakukan pemantauan dalam pengendalian muapun tidak adanya kemajuan serta prioritas kegiatan dalam pengendalian.

Kasus–kasus yang dicurigai pada manusia dikonfirmasi dengan menggunakan protokol Kementerian Kesehatan yaitu paparan rabies melalui gigitan anjing/paparan luka terbuka dan adanya gejala klinis yang khas pada rabies.

Kasus dugaan rabies pada hewan, yang paling sering terjadi pada anjing adalah dengan pengujian diagnostik di laboratorium atau dengan mengunakan uji cepat antigen (rapid antigen test – RAT). Pengujian ini membutuhkan pengambilan sampel otak dan hanya dapat dilakukan setelah anjing mati atau disuntik mati.

Baca selengkapnya pada link ini

Capaian Kegiatan Optimalisasi Reproduksi NTT

Dinas Peternakan Prov. NTT mendukung Pengembangan Sumber Daya Genetik Hewan (SDGH)

Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur mendukung pengembangan Sumber Daya Genetik Hewan (SDGH) sebagai upaya nyata atas pelestarian Plasma Nutfah sapi Bali di Pulau Semau yang lokasinya berpotensi dijadikan wilayah sumber bibit Sapi Bali.
Jumat, 27 Oktober telah dicanangkan Pulau semau menuju wilayah sumber bibit Sapi Bali.
Kegiatan Pencanangan ini dihadiri oleh asisten Administrasi Umum Pemprov NTT, Substansi Pengelolaan Sumber Daya Genetik Hewan Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI, Kepala Dinas Prov NTT, Kadis Kab. Kupang, Camat Semau dan Semau Selatan.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan Piagam Komitmen, penyerahan alat recording ternak kepada koordinator Puskeswan dan Penyerahan Surat Keterangan Layak Bibit (SKLB) kepada masyarakat.
Kedepan diharapkan Semau Bisa Menjadi Wilayah Sumber Bibit Sapi Bali.

Rapat Koordinasi Pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku di Provinsi NTT

Selasa, 10 oktober 2023 diadakan rapat Koordinasi Pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Rapat ini dipimpin oleh Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, dihadiri oleh Gugus Tugas Pencegahan PMK NTT bertempat di Ruang Rapat Sekda Provinsi NTT.
Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan oleh gugus tugas untuk menjaga Provinsi NTT tetap bebas PMK.
Saat ini sudah 29 Provinsi tertular PMK, dan Provinsi NTT termasuk salah satu Provinsi yang masih Bebas PMK, hal ini dibuktikan dengan hasil surveilans bbvet denpasar dari 7.092 sampel seluruhnya menunjukkan hasil negatif PMK.

Irjen Kementan Kawal IB dan Meresmikan Irigasi Perpompaan Peternakan di Manggarai Barat

Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian (Irjen Kementan), Jan Samuel Maringka memantau jalannya Inseminasi Buatan (IB) di Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jan Maringka secara langsung ikut memantau proses pelaksanaan IB yang didampingi Wakil Bupati Manggarai Barat, Kepala UPT Lingkup Kementan, serta jajaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Manggarai Barat.

Jaga pangan, jaga masa depan! Suara para petani bergema di tengah Inseminasi Buatan yang meriah dari Poktan Sahabat Nanga dengan dengan jumlah ternak di kelompok sebanyak 250 ekor.

Jan Maringka mengatakan, NTT merupakan salah satu lumbung ternak yang menyuplai kebutuhan daging sapi di Indonesia. Pasokannya bisa menggapai hingga ke Jakarta.

“Apalagi Kabupaten Manggarai Barat merupakan daerah penghasil ternak di Provinsi NTT dengan jumlah populasi ternak sapi mencapai 18.625 ekor, kerbau 15.464 ekor, kambing 11.489 ekor dan babi sebanyak 143.533 ekor,” ungkap Irjen Jan Maringka, Kamis (14/9/2023).

Jan Maringka menyatakan, dengan kegiatan IB ini secara nasional dapat meningkatkan populasi sapi sekitar 35%. Hal tersebut tentu berimbas pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan peternak.

“Melalui Inseminasi Buatan, optimalisasi penggunaan bibit pejantan unggul untuk memenuhi kebutuhan daging dapat tercapai”, jelas Jan Maringka.

Secara teknis, program IB dengan pejantan unggul dapat meningkatkan kelahiran, bobot lahir, mutu genetik, dan produk daging serta susu.

“Namun, hal ini membutuhkan tenaga teknis yang andal di lapangan. Sehingga lminat peternak terhadap IB terus meningkat, karena kegagalan IB semakin kecil,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan peresmian Irigasi Perpompaan Peternakan antara Kementan dan Pemda Manggarai Barat. Irigasi Perpompaan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada peningkatan populasi ternak di Kabupaten Manggarai Barat.

“Irigasi Perpompaan Peternakan ini dapat memberikan manfaat sebagai sumber air minum di musim kemarau bagi ternak sebanyak 3.140 ekor,” ungkap Jan Maringka.

Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para peternak atas kerja kerasnya. Sebab, menurutnya peternak merupakan ujung tombak dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya ketersediaan daging di NTT dan nasional pada umumnya.

“Terima kasih atas dukungan dan bantuan Kementerian Pertanian dalam meningkatkan populasi ternak di wilayah Kabupaten Manggarai Barat,” ujar Yulianus Weng.

Selain Irjen Kementan dan Wabup Manggarai Barat, Pelaksanaan IB dan Peresmian Irigasi Perpompaan Peternakan ini juga dihadiri Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Manggarai Barat Abidin, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Barat Laurensius Halu, Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Yulia Asni Kurniawati, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang Khaeruddin, Kepala Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian NTT Sophia Ratnawaty, dan Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende Komarudin.

Penyerahan sertifikat penghargaan Oleh Lead Auditor MSF – SISCERT

Penyerahan sertifikat penghargaan Oleh Lead Auditor MSF – SISCERT Kepada Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT & Tim Managemend mutu ISO 9001: 2015 Dinas Peternakan “(Quality Managemen System)”

Program Ekosistem Pengembangan Peternakan

Program Ekosistem Pengembangan Peternakan telah sukses dilakukan pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Hijau Makmur yang beralamatkan di Desa Fatukanutu, Kec. Amabi Oefeto Timur, Kab. Kupang. Kegiatan diawali dengan peresmian oleh Gubernur NTT pada 16 Agustus 2022 dan penandatanganan PKS oleh berbagai instansi dan stakeholder terkait pada 17 Agustus 2022 silam. Selanjutnya pada Minggu, 25 September 2022 adalah Sosialisasi di KWT Hijau Makmur ang dihadiri oleh Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Direktur Bank NTT, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, dan Direktur UD. Terobos (Offtaker).

Proses pendampingan dilakukan secara rutin dan berkala, dan pada Jumat, 13 Januari 2023 dilaksanakan Penimbangan Sapi Pertama setelah 3 bulan pemeliharaan oleh KWT Hijau Makmur. Lalu penimbangan kedua dilakukan pada Selasa, 18 April 2023 atau setelah 6 bulan pemeliharaan sapi potong oleh KWT Hijau Makmur. Kemudian pada Selasa, 9 Mei 2023 merupakan Penimbangan Sapi ketiga atau terakhir setelah 7 bulan pemeliharaan sekaligus pemanenan sapi potong oleh Offtaker.

Akhirnya pada Senin, 15 Mei 2023 adalah Finalisasi dan pelunasan Kredit Merdeka dari Bank NTT oleh KWT Hijau Makmur bersama Offtaker dan didampingi Dinas Peternakan Provinsi NTT. Kegiatan Ekosistem Peternakan Sapi Potong selanjutnya masih dalam proses pada 2 Kelompok Ternak di Kabupaten Kupang. Kemudian Ekosistem Peternakan juga merambah ke ternak babi dimana masih dalam tahap persiapan.

Kegiatan Pameran Indo Live stock 2023

Kegiatan Pameran Indo Livestock 2023 Expo & Forum dilaksanakan pada 25 – 27 Juli 2023 di Grand City Convention & Exhibition, Surabaya. Acara tahunan yang sudah digelar selama 16 kali ini juga termasuk di dalamnya pameran Indo Feed 2023 Expo & Forum, Indo Dairy 2023 Expo & Forum, Indo Agrotech 2023 Expo & Forum, Indo Vet 2023 Expo & Forum, dan Indo Fisheries 2023 Expo & Forum.

Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur hadir sebagai bagian dari Pavilion Peternakan Unggulan Daerah bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Selain itu terdapat 9 perwakilan Dinas dari Provinsi lainnya yaitu Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, Dinas Pertanian Provinsi Banten, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat. Seperti namanya, Pavilion Peternakan Unggulan Daerah ini menampilkan produk dan potensi unggulan Dinas Peternakan, Pertanian dan Kesehatan Hewan pada 10 Provinsi di Indonesia, salah satunya Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan didukung oleh Napindo selaku panitia dan penyelenggara kegiatan yang setiap tahun ganjil dilaksanakan di Surabaya, sedangkan setiap tahun genap digelar di DKI Jakarta. Rencananya kegiatan Pameran Indo Livestock 2024 Expo & Forum akan digelar kembali di Jakarta Convention Center, Jakarta pada 17 – 19 Juli 2024 mendatang.