Rencana Kerja Tahunan

Rencana Kerja Tahunan

Rencana Kinerja Tahunan (RKT) merupakan rencana kerja yang akan dilaksanakan  pada tahun yang bersangkutan  dan merupakan penjabaran  lebih lanjut dari Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran yang telah ditetapkan untuk jangka menengah.

Untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut di atas, maka Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur menetapkan strategi, kebijakan, program, kegiatan prioritas dan kegiatan operasional untuk tahun 2017 seperti terlampir yang gambaran umumnya  dapat dijelaskan  sebagai berikut :

Strategi

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Nusa Tenggara Timur serta Rencana Strategis (Renstra) Dinas Peternakan tahun 2013-2018 maka Arah Kebijakan Umum pembangunan sub sektor peternakan di Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah Peningkatan  Produksi dan Produktivitas Peternakan.

Setelah menentukan Apa yang dicapai dan Kapan, serta dengan memperhatikan Arah Kebijakan Umum tersebut di atas, maka strategi dan kebijaksanaan  untuk mencapainya adalah sebagai berikut:

  1. Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia Peternakan;
    1. Optimalisasi Perbibitan Peternakan Rakyat;
    2. Pengamanan Sumberdaya Peternakan;
    3. Penguatan Otoritas Veteriner;
    4. Penguatan Koordinasi, Kerjasama Kemitraan dan Kelembagaan Peternakan;
    5. Perbaikan Manajemen Usaha Peternakan.
  2. Kebijakan
    1. Arah dan kebijakan pembangunan  peternakan sesuai Rencana Strategis  (Renstra) Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2013- 2018 adalah: Mengintensifkan dan mengupayakan akses peningkatan kualitas sumberdaya manusia peternakan;
    2. Klasterisasi wilayah pengembangan ternak berdasarkan komoditas unggulan untuk mendorong peningkatan populasi dan produksi dalam kerangka swasembada daging nasional;
    3. Pengendalian dan pemberantasan penyakit hewan secara terpadu dan berkesinambungan secara tepat waktu dan tepat sasaran;
    4. Menguatkan pembinaan dan pengawasan veteriner dalam rangka penjaminan ketersediaan dan pemenuhan kebutuhan pangan hewani asal ternak yang ASUH;
    5. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama kemitraan yang lebih luas dan saling menguntungkan dengan berbagai lembaga mitra;
    6. Meningkatkan fasilitasi, pembinaan dan supervisi terhadap usahatani ternak serta usaha pengolahan  dan pemasaran ternak dan hasil ternak.
  3. Program dan Kegiatan.

Program dan kegiatan prioritas yang dilaksanakan oleh Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2017 adalah:

  1. Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan, dengan tujuan  meningkatkan populasi, produksi dan produktifitas ternak. Kegiatan prioritas yang dilaksanakan dalam tahun 2017 adalah:
    1. Pengadaan dan Pendistribusian Vaksin dan Pakan Ternak. kegiatan operasionalnya adalah :
    2. Pengadaan obat-obatan, vitamin dan perlengkapan Medik Veteriner;
    3. Pengadaan pakan ternak babi;
    4. Pengadaan pakan dedak dan mineral ternak sapi dan kerbau;
    5. Pengadaan  pakan konsentrat ternak kambing;
    6. Belanja bahan untuk pembuatan silase;
    7. Belanja bahan untuk pengawetan jerami olahan;
    8. Perluasan kebun hijauan pakan ternak
    9. Peningkatan Populasi dan Produktifitas Ternak; Kegiatan operasionalnya adalah:
    10. Pengadaan ternak sapi (ongole dan bali timor);
    11. Pengadaan ternak kambing lokal;
    12. Pengadaan ternak babi;
    13. Pengadaan ternak sapi perah;
    14. Pengadaan ternak kambing PE;
    15. Penanaman HMT Lamtoro Taramba;
    16. Bimtek Petugas Inseminator;
    17. Pengadaan ternak kerbau di Instalasi Laura;
    18. Pengadaan ternak babi di Instalasi Tarus;
    19. Pengadaan bahan pengolah limbah peternakan.
  2. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak, dengan tujuan meningkatkan penanganan penyakit ternak. Kegiatan prioritas yang dilaksanakan dalam tahun 2017 adalah:
    1. Pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit menular ternak, kegiatan operasionalnya adalah:
    2. Pengadaan bahan obat-obatan dan vaksin ternak serta terlayani vaksinasi;
    3. Pelayanan vaksinasi, Tenaga Lapangan Lepas Kesehatan Hewan;
    4. Tersedianya obat-obatan hewan dan kedokteran hewan, rumah sakit hewan, terlaksana vaksinasi ternak (besar, kecil, unggas), peningkatan kapasitas SDM rumah sakit hewan;
    5. Terlaksananya vaksinasi ternak (besar, kecil, unggas);
    6. Pengadaan sarana dan prasarana Rumah Sakit Hewan dan Laboratorium Keswan Kesmavet.
  3. Program Dukungan dan Manajemen Pembangunan Peternakan. Kegiatan prioritas yang dilaksanakan dalam tahun 2017  adalah:
    1. Peningkatan Surveilance Penyakit, Pelayanan Laboratorium, Pelayanan Vaksinasi dan Pengobatan. Kegiatan operasionalnya adalah:
    2. Surveilance (pemantauan penyakit hewan kontinue);
    3. Pelatihan kader kesehatan hewan dan kesmavet dalam pelaksanaan Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (Isiknas) Laboratorium Veteriner;
    4. Sosialisasi pelayanan kesehatan hewan dan kesmavet, terpeliharanya sertifikasi akreditasi ISO 17025 dari Komite Akreditasi Nasional.
      1. Pengawasan Perdagangan Ternak Antar Daerah. Kegiatan operasionalnya adalah:
    5. Pengawasan lalu lintas ternak dan produk ternak antar pulau / antar provinsi setiap tahun;
      1. Penyuluhan   Penerapan   Teknologi   Tepat   Guna.   Kegiatan operasionalnya adalah:
    6. Sosialisasi Teknologi Tepat Guna di kelompok tani ternak;
    7. Pengembangan kawasan ternak, pengembangan agroindustri ternak;
    8. Pameran dan Kontes ternak;
      1. Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Terpadu. Kegiatan operasionalnya:
    9. Pengumpulan, analisis dan penyajian data statistik peternakan;
    10. Kegiatan Inventarisir dan Verifikasi Aset.
  4. Program  Pemenuhan  Pangan  Asal  Ternak  dan  Agribisnis  Peternakan Rakyat, Kegiatan prioritas yang dilaksanakan dalam tahun 2017 adalah:
    1. Peningkatan produksi pakan ternak. Kegiatan operasionalnya:
    2. Pengadaan benih/bibit HPT
    3. Pengendalian  dan  penanggulangan  penyakit  hewan.  Kegiatan operasionalnya:
    4. Pengendalian dan Penanggulangan Rabies 250.000 Dosis;
    5. Pengadaan vaksin Brucella Abortus Strain 19;
    6. Pengadaan vaksin Brucellosis RB 51;
    7. Pengendalian dan Penanggulangan Anthrax;
    8. Pengendalian dan Penanggulangan Hog Cholera 40.000 Dosis;
    9. Pengadaan vaksin SE 72.800 dosis;
    10. Penyediaan   benih   dan   bibit   serta   peningkatan   produksi   ternak. Kegiatan operasionalnya:
    11. Penguatan Sarana dan Prasarana SPR Sapi potong di Kab. Kupang;
    12. Pengembangan populasi sapi potong;
    13. Inseminasi Buatan (IB) dan Sinkronisasi berahi, introduksi dan pengembangan;
    14. Pengembangan populasi babi.
    15. Peningkatan Pemenuhan Persyaratan produk hewan yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal). Kegiatan operasionalnya:
    16. Penyelamatan Betina Produktif.
    17. Dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kegiatan operasionalnya:
    18. Pengelolaan dan Pelaporan Keuangan serta Penatausahaan Barang Milik Negara.
    19. Pengembangan pengolahan dan pemasaran hasil ternak. Kegiatan operasionalnya:
    20. Koordinasi/Pembinaan Pengembangan Informasi Pasar (PIP).