Sruktur Organisasi

    Sesuai Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 78 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Struktur Organisasi Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah sebagai berikut :

a. Kepala Dinas

b. Sekretaria

  1. Sub Bagian Program, Data dan Evaluasi;
  2. Sub Bagian Kepegawaian dan Umum;
  3. Sub Bagian Keuangan.

c. Bidang Prasarana, Sarana dan Pengembangan Sumber Daya Peternakan

  1. Seksi Pengembangan Kawasan Peternakan;
  2. Seksi Penerapan Teknologi Peternakan;
  3. Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia Peternakan.

d. Bidang Perbibitan dan Produksi Ternak

  1. Seksi Ternak Ruminansia;
  2. Seksi Ternak Non Ruminansia, Unggas dan Aneka Ternak;
  3. Seksi Pakan Ternak.

e. Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan masyarakat veteriner

  1. Seksi Pelayanan Kesehatan Hewan dan Obat Hewan;
  2. Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan;
  3. Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner.

f. Bidang Agribisnis dan Kelembagaan Peternakan

  1. Seksi Investasi, dan Kelembagaan Usaha Peternakan;
  2. Seksi Pelayanan Usaha Peternakan dan Kemitraan;
  3. Seksi Pengolahan dan Pemasaran  Hasil Peternakan;

    Jumlah pegawai atau sumberdaya Manusia Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur keadaan per Januari 2018 berjumlah 176 orang.

   Jumlah anggaran yang disediakan untuk membiayai pelaksanaan kegiatan Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam tahun anggaran 2017 baik yang bersifat rutin atau untuk aparatur termasuk gaji/upah maupun untuk pembangunan atau pelayanan publik adalah sebesar:

  • Anggaran APBD I (DPA)    : Rp. 37.869.953.000,-
  • Anggaran APBN (DIPA)     : Rp.310.461.000,-

    Selain itu untuk mendukung kegiatan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi tersebut di atas, Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur juga dilengkapi dengan sarana dan prasarana berupa tanah, bangunan dan inventaris serta fasilitas perlengkapan lainnya, dimana sarana dan prasarana tersebut sebagian dalam kondisi baik dan sebagian dalam kondisi kurang baik / rusak.