Pembuatan Silase

Ternak adalah salah satu komoditi andalan Propinsi Nusa Tenggara Timur. Pengembangan ternak sangat ditentukan oleh daya dukung wilayah, khususnya ketersediaan pakan berupa hijauan pakan (rumput dan leguminosa) dan limbah pertanian/perkebunan. Hijauan pakan ternak dapat bersumber dari rumput alam maupun rumput yang dibudidayakan.  Permasalahan utama dalam budidaya ternak ruminansia adalah tidak terpenuhinya jumlah dan kecukupan nilai nutrisi yang disebabkan ketersediaaan pakan yang tidak terus menerus (kontinyu) sepanjang tahun.

Pengolahan pakan ternak secara basah yang dikenal dengan silase adalah pakan yang telah diawetkan dan diproses dari bahan baku  berupa tanaman hijauan, limbah industri pertanian, serta bahan pakan alami lainnya, dengan jumlah kadar/ kandungan  air pada tingkat tertentu, kemudian dimasukkan dalam sebuah tempat yang tertutup rapat kedap udara  yang biasa disebut dengan silo (drum, bak, atau kantong plastik), selama tiga minggu. Silase yang terbentuk karena proses fermentasi ini dapat disimpan untuk jangka waktu yang lama tanpa banyak mengurangi kandungan nutrisi dari bahan bakunya.

Pelaksanaan Pembuatan Silase ini dilakukan beberapa tahap antara lain:

  1. Persiapan Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam melakukan pengolahan pakan ternak secara basah (silase) adalah :

  • Cooper atau alat potong
  • Drum atau plastik
  • Terpal
  • Rumput/Limbah Pertanian
  • Dedak padi
  • Gula aren / Gula lontar
  • EM4 untuk peternakan
  • Air secukupnya
  • Cara Kerja :
  • Rumput/limbah pertanian dipotong dan dilayukan kurang lebih 12 – 24  jam
  • Rumput/limbah pertanian yang telah layu dicacah
  • Siapkan air dicampur dengan gula dan EM4 dengan perhitungan sebagai berikut EM4 1 liter digunakan untuk rumput/limbah pertanian 1000 kg sedangkan air disesuaikan dengan kondisi rumput/limbah pertanian.
  • Rumput/limbah pertanian dicampur dengan dedak padi kemudian dibasahi dengan air yang sudah tercampur dengan gula dan EM4.
  • Masukan ke drum atau plastik dan ditekan hingga padat
  • Simpan di tempat teduh
  • 21 hari Silase sudah dapat diberikan kepada ternak

Apabila proses pengawetan dilakukan dengan baik dan benar maka silase akan bertahan sampai 2 tahun.