1. Administrasi Kegiatan

Administrasi kegiatan adalah segala catatan yang dilakukan oleh kelompok berkaitan dengan kegiatan kelompok diluar urusan keuangan. Beberapa contoh perangkat administrasi kegiatan yang diperlukan kelompok antara lain:

  • Buku Induk Anggota (Buku Daftar Anggota) Kelompok Tani

Buku  induk  anggota  adalah  dokumen  tertulis  yang  berisi  tentang  biodata setiap petani yang menjadi anggota kelompok. Buku ini bermanfaat untuk mengetahui nama-nama anggota, jumlah dan perkembangan anggotanya serta hal-hal lain yang berhubungan dengan data anggota kelompok. Nomor anggota diberikan kepada setiap anggota sesuai dengan urutan pada saat petani menyatakan diri menjadi anggota kelompok.

BUKU DAFTAR ANGGOTA

KELOMPOK TANI/TERNAK ……

DESA …. KECAMATAN …

No.NamaTgl/Lahir/UmurL/PPekerjaanAlamatTgl. Masuk AnggotaParaf
12345678
        
        
  • Buku Rencana Kegiatan Kelompok Tani

Buku rencana kegiatan kelompok adalah dokumen tertulis yang mencatat tentang rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh kelompok, misalnya jenis   kegiatan,   lokasi,   volume,   frekuensi,   biaya   dan   jadwal   kegiatan. Dokumen-dokumen tersebut bermanfaat bagi kelompok untuk merencanakan kegiatan yang telah disepakati bersama-sama sehingga memudahkan dalam pengaturan aktivitas yang akan dilakukan.

BUKU RENCANA KEGIATAN

KELOMPOK TANI/TERNAK ……

DESA …. KECAMATAN …

No.Jenis KegiatanLokasiVolumeFrekuensiBiayaJadwal Kegiatan
1234567
       
       
  • Buku Kegiatan Kelompok

Buku kegiatan kelompok adalah dokumen tertulis yang mencatat tentang segala  kegiatan   yang   dilaksanakan  oleh  kelompok,   misalnya  rencana kegiatan kelompok, catatan pelaksanaan kegiatan, hasil monitoring dan evaluasi kegiatan kelompok, dan sebagainya.  Dokumen-dokumen tersebut bermanfaat  bagi  kelompok  untuk  mengingat  kembali  pengalaman – pengalaman yang dimiliki.

BUKU KEGIATAN

KELOMPOK TANI/TERNAK ……

DESA …. KECAMATAN …

No.Hari/TanggalRencana KegiatanHasil Kegiatan
1234
    
    
  • Buku Notulen Rapat

Buku notulen rapat adalah berisi catatan tentang hal-hal yang telah dibahas dalam setiap pertemuan kelompok, baik pertemuan pengurus maupun pertemuan anggota. Catatan pertemuan ini penting untuk mengetahui segala persoalan ataupun hal-hal lain  yang  pernah  dibicarakan.  Catatan ini  juga bermanfaat bagi kelompok untuk melihat pengalaman-pengalamannya yang lalu baik berupa keberhasilan maupun kelemahan serta persoalan-persoalan yang dihadapi kelompok dan cara mengatasinya. Bagi pihak luar, catatan ini juga  bermanfaat  untuk  mengetahui  persoalan  yang pernah dibicarakan  di dalam kelompok sehingga dapat membantu pihak luar dalam memberikan bimbingan selanjutnya. Hasil pertemuan dicatat secara garis besar ataupun kesimpulan yang menurut anggota dianggap penting, tidak perlu semua kalimat/ perkataan yang disampaikan semua peserta dicatat sebagai hasil pertemuan.

BUKU NOTULEN RAPAT

KELOMPOK TANI/TERNAK ……

DESA …. KECAMATAN …

No.Hari/TanggalTempatPokok Bahsan/Agenda RapatPesertaJml PesertaHasil Keputusan
1234567
       
       
  • Buku Agenda Surat Masuk dan Surat Keluar

Buku agenda surat masuk dan surat keluar  adalah dokumen tertulis yang berisi catatan tentang surat-surat yang dibuat kelompok untuk para anggota maupun pihak luar serta surat-surat yang diterima kelompok dari pihak-pihak luar yang pernah dikirim ke kelompok.

BUKU AGENDA SURAT

KELOMPOK TANI/TERNAK ……

DESA …. KECAMATAN …

SURAT MASUKSURAT KELUAR
No.Hari/TanggalAlamat PengirimPerihalNo.Hari/TanggalAlamat PengirimPerihal
12345678
        
        
  • Buku Inventaris

Buku inventaris adalah dokumen tertulis yang berisi tentang jenis barang, sarana dan prasarana pertanian seperti alat-alat dan mesin pertanian yang dimiliki kelompok baik yang berasal dari pembelian yang dilakukan oleh kelompok tani maupun dari bantuan pemerintah. Buku ini bermanfaat untuk mengetahui alat-alat dan mesin pertanian yang dimiliki oleh kelompok tani.

 BUKU INVENTARIS

KELOMPOK TANI/TERNAK ……

DESA …. KECAMATAN …

No.Nama BarangJumlah (unit)Perkiraan Nilai (Rp)KeadaanKeterangan
BaikRusak
1234567
       
       
  • Buku Tamu

Buku tamu adalah dokumen tertulis yang berisi catatan tentang pihak-pihak luar yang pernah berkunjung ke dalam kelompok. Buku ini bermanfaat untuk mengetahui seberapa jauh perhatian maupun bimbingan yang pernah diberikan oleh pihak luar terhadap kelompok yang bersangkutan. Buku tamu diisi setiap kali ada pihak luar kelompok yang datang untuk suatu keperluan. Didalamnya selain berisikan waktu dan nama serta instansi, juga memuat maksud,  tujuan  dan  kesan atau  saran.  Maksud atau  tujuan  adalah  untuk  apa seseorang tersebut datang kepada kelompok, ini bermanfaat untuk melihat seberapa  jauh  kelompok  memperoleh  pembinaan  dari  pihak  luar  yang relevan. Sedangkan kesan/ saran adalah apa yang menurut seseorang tersebut menarik perhatian dalam kelompok yang dikunjungi, kesan-kesan ini bisa positif dan bisa juga negatif. Kolom saran juga baik kalau diisi tentang usulan-usulan perbaikan dari orang yang berkunjung terhadap kelompok, karena usulan yang bersifat konkrit dan jelas, penting bagi kelompok untuk ditindak lanjuti sebagai bahan pembahasan dalam pertemuan pengurus atau anggota.

BUKU TAMU

KELOMPOK TANI/TERNAK ……

DESA …. KECAMATAN …

No.Hari/TanggalNamaInstansi/ AlamatJabatanMaksud TujuanKesan/ PesanTanda Tangan
12345678
        
        
  • Buku Daftar Hadir

Buku daftar hadir adalah dokumen tertulis yang berisi kehadiran setiap petani yang menjadi anggota kelompok dalam setiap kali kelompok mengadakan kegiatan. Buku ini bermanfaat untuk mengetahui nama-nama anggota yang menghadiri berbagai kegiatan kelompok.

BUKU DAFTAR HADIR

KELOMPOK TANI/TERNAK ……

DESA …. KECAMATAN …

Hari : ………………., Tanggal : ………………..

No.Hari/TanggalAlamatJabatan di PoktanTanda Tangan
12345
     
     
  • Buku Pengurus (Buku Susunan Pengurus) Kelompok Tani

Buku pengurus/buku susunan kepengurusan kelompok tani adalah dokumen tertulis yang berisi tentang biodata setiap petani yang menjadi pengurus kelompok. Buku ini bermanfaat untuk mengetahui nama-nama pengurus di setiap periode kepengurusan yang disepakati.

BUKU SUSUNAN PENGURUS KELOMPOK TANI ………….

PERIODE TAHUN ………..S/D ………….

No.NamaTgl LahirL/PPekerjaanAlamatJabatanTgl DiangkatBerhenti
TglAlasanTTD
1234567891011
           
  • Buku Pemilikan Lahan dan Ternak

Buku pemilikan lahan dan ternak adalah dokumen tertulis yang berisi tentang luas pemilikan lahan dan jumlah pemilikan ternak yang dipergunakan untuk mendata informasi perkembangan aktivitas anggota. Buku ini berguna untuk mengetahui luasan areal pemilikan lahan dan jumlah ternak yang dimiliki oleh anggota kelompok.

BUKU SUSUNAN PENGURUS KELOMPOK TANI ………….

PERIODE TAHUN ………..S/D ………….

No.NamaLuas Pemilikan Lahan (Ha)Pemilikan Ternak (ekor) 
SawahTegalPekaranganKebunKolamLain-Lain
SapiKambingBabiAyam 
123456789101112 
             
  • Administrasi Keuangan

Administrasi keuangan adalah segala catatan yang dilakukan oleh kelompok berkaitan dengan keuangan kelompok, selain buku-buku administrasi kegiatan kelompok. Beberapa perangkat administrasi keuangan yang diperlukan kelompok antara lain:

  • Buku Kas

Buku kas adalah dokumen tertulis yang mencatat tentang segala kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok yang menyangkut keluar masuknya keuangan kelompok.

Biasanya format buku berisikan tentang tanggal dan bulan pelaksanaan, nomor  bukti kas, uraian  penerimaan  maupun pengeluaran uang dan saldo kas.

BUKU KAS

KELOMPOK TANI/TERNAK ……

DESA …. KECAMATAN …

No.Hari/TanggalUraian KeteranganPenerimaan (Rp)Pengeluaran (Rp)Sisa (Rp)
123456
      
      
  • Buku Tabungan Anggota

Buku tabungan anggota adalah dokumen tertulis yang mencatat tentang masuknya tabungan dalam bentuk uang tunai maupun natura kedalam kas kelompok. Besar kecilnya iuran ditentukan berdasarkan keputusan musyawarah serta kesanggupan anggota kelompok untuk menyisihkan sebagian hasil usahataninya sebagai tabungan anggota yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali. Tabungan anggota dapat berupa tabungan lebaran atau yang diperuntukan bagi keperluan anak sekolah.

BUKU TABUNGAN ANGGOTA

KELOMPOK TANI/TERNAK ……

DESA …. KECAMATAN …

Nama Anggota

No.Tgl/Bln/ThnDebet (Rp)Kredit (Rp)Saldo (Rp)
12345
     
     
  • Buku Simpan Pinjam

Buku  simpan  pinjam   adalah  dokumen  tertulis  yang  mencatat  jumlah pinjaman anggota, besar pinjaman, jangka waktu pembayaran, dan angsuran pembayaran pinjaman. Pinjaman ini dipergunakan untuk meningkatkan usaha anggota sesuai dengan komoditi yang telah ditentukan oleh kelompok tani.

BUKU SIMPAN PINJAM

KELOMPOK TANI/TERNAK ……

DESA …. KECAMATAN …

No.NamaTgl/BulanJumlah PinjamanAngsuran
IIIIIIIVdst 
123456789 
          
          
  • Buku Pembelian dan Penjualan

Buku pembelian adalah dokumen tertulis yang mencatat tentang segala kegiatan pengeluaran uang dan pemasukan uang  yang dipergunakan untuk membeli barang berupa alat dan mesin pertanian serta bahan baku usahatani berupa sarana prduksi peternakan seperti obat-obatan ternak, makanan ternak dan lain-lain.

Buku penjualan  adalah dokumen tertulis yang mencatat tentang segala kegiatan penjualan hasil produksi usahatani yang dihasilkan kelompok tani yang dilaksanakan oleh anggota kelompok. Buku penjualan akan bermanfaat untuk mengetahui perkembangan penjualan hasil produksi usahatani, termasuk perkembangan harga jual tiap-tiap komoditi usahatani yang dijual.

BUKU PENJUALAN

KELOMPOK TANI/TERNAK ……

DESA …. KECAMATAN …

No.TanggalJenis Barang/Alat/BahanJumlah Barang/Alat/BahanSatuanHarga Satuan (Rp)Total Harga (Rp)
1234567
       
       

BUKU PENJUALAN

KELOMPOK TANI/TERNAK ……

DESA …. KECAMATAN …

No.TanggalJenis Barang/Alat/BahanJumlah Barang/Alat/BahanSatuanHarga Satuan (Rp)Total Harga (Rp)
1234567
       
       
  1.  Perangkat Kelengkapan Administrasi Lainnya

Selain buku-buku dan dokumen penting lain yang harus dimiliki kelompok tani, kelompok tani yang kuat dan sudah maju diharapkan juga memiliki perangkat kelengkapan administrasi lainnya, yakni berupa :

  • Sekretariat Kelompok Tani
  • Papan Nama (Plank) Kelompok Tani
  • Stempel Kelompok Tani
  • Arsip Surat Masuk dan Surat Keluar
  • Arsip Dokumen Berita Acara Pembentukan Kelompok Tani
  • Arsip Dokumen Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kelompok Tani
  • Arsip Dokumen Berita Acara Benih Kelompok Tani
  • Rencana Kerja Kelompok atau Rencana Definitif Kelompok Tani (RDK)
  • Rencana Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK)
  • Rencana Usaha Anggota (RUA)
  • Arsip Dokumen Biodata Anggota Kelompok Tani
  • Dokumen berupa papan data (Monografi)  Kelompok Tani
  • Peta Wilayah Kelompok Tani

Pembuatan Silase

Ternak adalah salah satu komoditi andalan Propinsi Nusa Tenggara Timur. Pengembangan ternak sangat ditentukan oleh daya dukung wilayah, khususnya ketersediaan pakan berupa hijauan pakan (rumput dan leguminosa) dan limbah pertanian/perkebunan. Hijauan pakan ternak dapat bersumber dari rumput alam maupun rumput yang dibudidayakan.  Permasalahan utama dalam budidaya ternak ruminansia adalah tidak terpenuhinya jumlah dan kecukupan nilai nutrisi yang disebabkan ketersediaaan pakan yang tidak terus menerus (kontinyu) sepanjang tahun.

Pengolahan pakan ternak secara basah yang dikenal dengan silase adalah pakan yang telah diawetkan dan diproses dari bahan baku  berupa tanaman hijauan, limbah industri pertanian, serta bahan pakan alami lainnya, dengan jumlah kadar/ kandungan  air pada tingkat tertentu, kemudian dimasukkan dalam sebuah tempat yang tertutup rapat kedap udara  yang biasa disebut dengan silo (drum, bak, atau kantong plastik), selama tiga minggu. Silase yang terbentuk karena proses fermentasi ini dapat disimpan untuk jangka waktu yang lama tanpa banyak mengurangi kandungan nutrisi dari bahan bakunya.

Pelaksanaan Pembuatan Silase ini dilakukan beberapa tahap antara lain:

  1. Persiapan Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam melakukan pengolahan pakan ternak secara basah (silase) adalah :

  • Cooper atau alat potong
  • Drum atau plastik
  • Terpal
  • Rumput/Limbah Pertanian
  • Dedak padi
  • Gula aren / Gula lontar
  • EM4 untuk peternakan
  • Air secukupnya
  • Cara Kerja :
  • Rumput/limbah pertanian dipotong dan dilayukan kurang lebih 12 – 24  jam
  • Rumput/limbah pertanian yang telah layu dicacah
  • Siapkan air dicampur dengan gula dan EM4 dengan perhitungan sebagai berikut EM4 1 liter digunakan untuk rumput/limbah pertanian 1000 kg sedangkan air disesuaikan dengan kondisi rumput/limbah pertanian.
  • Rumput/limbah pertanian dicampur dengan dedak padi kemudian dibasahi dengan air yang sudah tercampur dengan gula dan EM4.
  • Masukan ke drum atau plastik dan ditekan hingga padat
  • Simpan di tempat teduh
  • 21 hari Silase sudah dapat diberikan kepada ternak

Apabila proses pengawetan dilakukan dengan baik dan benar maka silase akan bertahan sampai 2 tahun.

Saat organisasi menerapkan sistem manajemen mutu (SMM) ISO 9001, bagi banyak pihak, berarti harus membuat banyak prosedur kerja. Anggapan ini tidak dapat dikatakan keliru. Mengapa?

Pertama, dlm dunia ilmu manajemen, ada konsep yg cukup diakui bernama “pendekatan kontijensi”, artinya tidak ada satupun pendekatan tunggal untuk segala macam situasi manajemen. Boleh jadi, memang untuk organisasi2 tertentu perlu banyak membuat prosedur kerja & itu lebih efektif.

Kedua, dan mungkin ini yg banyak terjadi, saat audit sertifikasi ISO 9001, kita bisa temukan auditor lembaga sertifikasi meminta “prosedur kerja”. Lalu, sebetulnya apa saja prosedur kerja yg perlu dibuat untuk menerapkan ISO 9001:2015?

Standar ISO 9001:2015 memang agak unik dari sisi persoalan “perproseduran” ini. Pertama, berbeda dengan versi sebelumnya, ia tidak lagi menggunakan istilah “dokumen” & “rekaman” tetapi “informasi terdokumentasi”. Kedua, standar ini sama sekali tidak mewajibkan satupun prosedur yg harus dibuat oleh organisasi. Bahkan, jika kita menggunakan terminologi “dokumen”, standar ini hanya mewajibkan tiga dokumen, yaitu ruang lingkup penerapan ISO 9001, kebijakan mutu & sasaran mutu. Sedangkan  versi 2008, ISO 9001 masih mewajibkan adanya Manual Mutu & 6 Prosedur wajib (pengendalian dokumen, rekaman, produk tidak sesuai, audit internal, tindakan perbaikan, & tindakan pencegahan) selain kebijakan & sasaran mutu.

Dari karakteristik di atas, artinya, organisasi yg menerapkan ISO 9001:2015 punya keleluasaan apakah ingin membuat prosedur untuk semua proses, sebagian proses, atau sama sekali tidak membuat prosedur. Lalu, mana yg harus dipilih?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kita pahami dulu apa beda prosedur dan proses. Jika kita lihat standar ISO 9000:2015, dapat kita sebut proses itu berhubungan dgn kegiatan merubah suatu input menjadi suatu output sedangkan prosedur itu berhubungan dengan metode dlm menjalankan kegiatan tersebut seperti urutannya, caranya, dll. Membuat prosedur artinya organisasi menstandarisasikan metode dalam menjalankan kegiatan merubah input menjadi output. Ini berarti setiap organisasi pasti memiliki proses tapi belum tentu memiliki prosedur.

Kesimpulannya dalam melaksanakan ISO 9001 2015, prosedur atau proses yang digunakan harus tertulis agar dapat dijalankan Sistem Manajemen Mutu dengan baik dan dapat di evaluasi. admin.


Selasa , 07 Dec 2021, 15:25 WIB
Red: Fernan Rahadi
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Anggota DPR RI, Muhammad Rapsel Ali mengusulkan kepada pemerintah agar membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk industri peternakan. Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Selatan menurut dia adalah opsi terbaik.
Sejauh ini, Indonesia sudah memiliki setidaknya 19 KEK yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, 12 sudah beroperasi sementara tujuh lainnya masih dalam proses pembangunan.
Dengan potensi yang dimilikinya, NTT dan Sulsel, menurut politisi Nasdem itu, seharusnya juga ditetapkan sebagai salah satu KEK. Khususnya dalam rangka mendukung pengembangan industri strategis nasional.
“Kalau kita lihat dari potensi kedua daerah ini dan pengembangan industri strategis nasional, maka seharusnya kita menetapkan satu Kawasan Ekonomi Khusus industri peternakan di Sulawesi Selatan atau di NTT,” kata Rapsel pekan lalu.
NTT sejak dulu dikenal sebagai lumbung ternak nasional. Pada masa lalu, NTT bahkan pernah berjaya di bidang ternak dengan memasok sapi hingga ke Hongkong.
Sementara Sulsel saat ini tengah berusaha menjadi lumbung daging nasional. Target itu didukung lahan yang sangat luas dan potensial untuk pengembangan peternakan.
“Jadi bukan hanya membangun kawasan food estate (Industri Pertanian) maupun fish estate (Industri Perikanan), tetapi juga harus disiapkan cattle estate (Industri Peternakan),” jelas Rapsel.
Menurut Rapsel, dirinya sangat optimistis dengan masa depan industri strategis nasional jika ini bisa dilakukan. Ia pun percaya Indonesia bisa menjadi superhub pangan dunia.
“Saya yakin Indonesia mampu membangun kawasan tersebut masing-masing sebagai kawasan industri yang integrated sehingga negara kita ke depan menjadi superhub pangan dunia,” kata pendiri Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) tersebut.
Bagi Rapsel, industri pangan bisa menjadi kekuatan ekonomi Indonesia beberapa tahun ke depan. Alasannya, dengan jumlah penduduk dunia yang sudah begitu besar, itu akan menjadi potensi pasar luar biasa.
Data United Nation menyebutkan bahwa jumlah penduduk dunia di 2020 mencapai 7,7 miliar orang. Sementara pada 2030, penduduk dunia diperkirakan akan tumbuh hingga 8,5 miliar dan 9,7 miliar pada 2050.
“Ada sejumlah populasi dunia yang butuh makanan minuman yang berkualitas. Jika negara kita mampu mensuplay 15 persen saja maka miliaran dolar devisa potensial akan mengalir ke Indonesia setiap bulannya,” katanya.

Sabtu 14 Dec 2019 14:48 WIB

Mentan Syahrul Yasin Limpo melepas Ekspor Komoditi Pertanian dan Pengiriman Sapi dari NTT dengan Tol Laut serta Penyerahan Bantuan kepada Petani NTT tahun 2020, di Pelabuhan Tenau, Kota Kupang, Sabtu 14 Desember 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG — Kementerian Pertanian (Kementan) dan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur (Pemda NTT) memiliki komitmen untuk menjalankan Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks). Hal ini ditandai dengan ditandatangani Nota Kesepahaman tentang peningkatan populasi dan produksi dalam rangka percepatan ekspor komoditi peternakan antara Kementan melalui Direktorat  Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan Gubernur Provinsi NTT.

Menurut Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), kesepakatan ini didasari adanya keinginan bersama dengan mensinergikan potensi, tugas, fungsi dan kewenangan dan program yang ada.

“Kita sepakat bekerja sama untuk mewujudkan peningkatan populasi dan produksi dalam rangka ekspor komoditi peternakan. Apalagi NTT merupakan salah satu lumbung ternak sapi Nasional dan Kabupaten Kupang merupakan salah satu daerah penyuplai terbesar kebutuhan protein hewani,” kata Syahrul setelah melepas Ekspor Komoditi Pertanian dan Pengiriman Sapi dari NTT dengan Tol Laut serta Penyerahan Bantuan kepada Petani NTT tahun 2020, di Pelabuhan Tenau, Kota Kupang, Sabtu 14 Desember 2019.

Kebutuhan daging sapi nasional menurut SYL, sangat tinggi sehingga memerlukan dukungan dari daerah-daerah penghasil ternak sapi, dalam upaya pemerintah mewujudkan ketahanan pangan untuk komoditas daging sapi.

Upaya ini tidak sebatas hanya pada kemampuan dalam menyediakan pangan yang cukup bagi masyarakatnya saja tetapi juga harus disertai dengan peningkatan kualitas konsumsi pangan masyarakat yang berbasis sumberdaya lokal.

 “Kita perlu menggerakkan seluruh sumber daya yang dimiliki termasuk kontribusi daerah dalam pembangunan peternakan,” ungkap SYL.

Lebih lanjut SYL menjelaskan dalam kesepakatan ini, Kementan menegaskan komitmen NTT untuk mampu meningkatan produksi komoditas peternakan antara lain sapi potong dan unggas minimal tujuh persen pertahun yang artinya  terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja subsektor peternakan dan kesehatan hewan. 

“Kami mendukung pembangunan pertanian di NTT. Oleh karena itu, sarana prasarana dan pengembangan komoditas menjadi prioritas. Tapi harus sesuai dengan agroklimat dan ekosistem agar bisa berkembang,” ujar SYL

Berdayakan peternak rakyat untuk peternak sejahtera

Sektor pertanian, menurut SYL memiliki peranan strategis di dalam pembangunan nasional untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi yang mengacu dengan arah kebijakan jangka menengah pembangunan pertanian nasionl.

Untuk itu, Gubernur NTT,  bertekad menjadikan peternak NTT menjadi raja di negeri ini. “Kami mengharapkan peternak rakyat kedepan menguasai daging premium dan Indonesia tidak lagi mengimpor daging premium” ungkap Viktor.

Viktor juga menjelaskan kejayaan daging NTT yang membanjiri pasar Hongkong ingin  kembali diwujudkan. Dalam upaya pemberdayaan peternak di Provinsi NTT untuk tahun 2019,  SYL menyampaikan bahwa Kementan telah memfasilitasi pada beberapa kabupaten di NTT dengan rincian sebagai berikut Sapi Potong sebanyak 25 ekor dan Kambing  sebanyak 25 Ekor di Kabupaten Belu, Sapi potong sebanyak 50 ekor dan babi sebanyak 200 ekor di kabupaten Malaka, dan kambing sebanyak 20 ekor di kabupaten Sumba Barat Daya.

“Insya Allah, kedepannya potensi dan tantangan di pertanian dan peternakan dapat kita selesaikan. Semua peluang upaya harus dilakuakn. Termasuk kerjasama dengan perguruan tinggi. Insimenasi buatan untuk sapi juga perlu digenjot, karena kebutuhan daging terutama di akhir tahun menjelang Natal dan tahun baru, biasanya cukup tinggi. Kita ada dana KUR, nilainya 50 triliun dengan bunga rendah, hanya enam persen. Silahkan Pak Gubernur manfaatkan untuk membantu peternak dan petani. Dan Kostratani selain dipersiapkan untuk mengelola dan pengawasan, juga dipersiapkan  untuk membuat ekosistem pertanian yang baik. Dengan teknologi IT membantu pertanian lebih smart,” ujar SYL.

Pada kegiatan ini, Kementan telah melakukan pelepasan kapal ternak (selama tahun 2019 sebanyak 63 ribu sapi dikirim juga dilakukanpoenyerahan simbolis bantuan sapi potong sebanyak 75 ekor, ayam KUB sebanyak 200 ekor, alat dan mesin pertanian (traktor, pompa air, kendaraan operasional), bibit dan benih tanaman, juga dilakukan penyerahan sertifikat ekspor penyerahan KUR dan AUTS.

Christine Novita Nababan | CNN Indonesia
Kamis, 26 Nov 2020 12:02 WIB

Jakarta, CNN Indonesia — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan membangun pabrik pakan ternak di Pulau Timor untuk mendukung pembangunan sektor peternakan di wilayahnya.
“Tim penyusun studi kelayakan pembangunan pabrik industri pakan ternak sedang melakukan persiapan dan dipastikan terealisasi pada 2021 nanti,” terang Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, seperti dilansir Antara, Kamis (26/11).

Ia mengatakan proses pembuatan pakan ternak di NTT dilakukan dari bahan dasar jagung dan marungga, termasuk juga limbah ikan yang akan diproses menjadi tepung ikan.

Menurut Viktor, persediaan bahan baku telah tersedia dengan baik. Karenanya, proses pembangunan pabrik sudah bisa dilakukan dan perlu didukung dengan kajian bisnisnya.

“Begitu persediaan bahan baku ada, rantai nilainya sudah ada, data hasil penelitiannya cukup, ukuran bisnisnya ada, berarti pabrik pakan ternak di NTT sudah bisa dibangun,” imbuhnya.

Ia juga ingin memastikan ada suplai yang mendukung pembangunan pabrik. “Pengusaha yang akan bekerja sama harus memperhatikan dengan benar, sehingga ada kejelasan dan pabrik ini berjalan dengan baik,” jelasnya.

Diharapkan, NTT mampu menyediakan pakan ternak ayam dan babi. Ke depan, memproduksi pakan ikan.

Ronal – Senin, 16 Desember 2019 08:49

Pasardana.id – Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menyatakan siap menyambut potensi wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk bisa meningkatkan populasi dan produksi komoditas peternakan.

Menurutnya, pengelolaan yang maksimal dinilai bisa memberikan dampak signifikan terutama dalam pemenuhan pasar ekspor. Karena itu, dirinya akan melakukan Gerakan tiga kali ekspor (Gratieks).

Tak hanya itu, nota kesepahaman tentang peningkatan populasi dan produksi untuk percepatan ekspor komoditi peternakan pun telah dilakukan antara Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan Gubernur Provinsi NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. 

“Kami sepakat bekerjasama untuk mewujudkan peningkatan populasi dan produksi dalam rangka ekspor komoditas peternakan. Apalagi NTT merupakan salah satu lumbung ternak sapi Nasional dan Kabupaten Kupang merupakan salah satu daerah penyuplai terbesar kebutuhan protein hewani,” kata Syahrul melalui keterangan tertulisnya, Minggu, (15/12/2019). 

Dalam nota kesepakatan ini, Pemprov NTT harus mampu meningkatan produksi komoditas peternakan antara lain sapi potong dan unggas minimal 7 persen per tahun. Dorongan ini juga dimaksudkan agar terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja subsektor peternakan dan kesehatan hewan. 

“Kami mendukung pembangunan pertanian di NTT. Oleh karena itu, sarana prasarana dan pengembangan komoditas menjadi prioritas, tapi harus sesuai dengan agroklimat dan ekosistem agar bisa berkembang,” ujar Syahrul.  

Kementan akan terus memfasilitasi peternak di berbagai wilayah di NTT dengan memberikan bibit unggulan untuk bisa dikembangkan. Syahrul menegaskan jumlah bantuan dan pendampingan akan ditingkatkan pada 2020 sebagai langkah percepatan produksi. 

“Semua peluang upaya harus dilakukan termasuk kerja sama dengan perguruan tinggi, insemenasi buatan untuk sapi juga perlu digenjot, karena kebutuhan daging terutama di akhir tahun menjelang Natal dan tahun baru biasanya cukup tinggi,” tuturnya. 

Syahrul juga menekankan para peternak tak ragu memanfaatkan akses permodalan di program kredit usaha rakyat (KUR). Saat ini, prioritas telah dialokasikan untuk sektor peningkaan produksi pertanian dan peternakan. 

“Kita ada dana KUR, nilainya Rp50 triliun dengan bunga rendah, hanya 6 persen. Silahkan Pak Gubernur manfaatkan untuk membantu peternak dan petani. Kostratani selain dipersiapkan untuk mengelola dan pengawasan, juga dipersiapkan untuk membuat ekosistem pertanian yang baik dengan teknologi IT membantu pertanian lebih smart,” ungkapnya. 

Kebutuhan daging sapi nasional juga masih besar untuk diisi produk dalam negeri dengan harga jual yang kompetitif. Dukungan Pemerintah NTT pun diyakini bisa mewujudkan ketahanan pangan terutama untuk komoditas daging sapi yang masih banyak diimpor. 

“Kita perlu menggerakkan seluruh sumber daya yang dimiliki termasuk kontribusi daerah dalam pembangunan peternakan,” tuturnya. 

Sementara itu, Gubernur NTT Viktor Laiskodat bertekad menjadikan peternakan di wilayahnya jadi yang terbesar di Indonesia. Pengelolaan sapi akan dibuat modern agar memenuhi kebutuhan pasar potensial, termasuk daging premium. Viktor juga menginginkan kejayaan daging dari NTT yang pernah membanjiri pasar Hongkong agar bisa kembali diwujudkan.
 
“Kami mengharapkan peternak rakyat kedepan menguasai daging premium dan Indonesia tidak lagi mengimpor daging premium” tandas Viktor.


Reporter: Antara
Editor: Martha Warta Silaban
Selasa, 20 Juli 2021 14:56 WIB

Petugas memberi minum pada hewan ternak di Argo Edukasi Wisata Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu, 16 Januari 2021. Usai diresmikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada 15 Januari kemarin, Agro Edukasi Wisata menjadi tempat alternatif liburan di akhir pekan bagi warga untuk memahami konsep urban farming, sekaligus edukasi mengenai sektor pertanian dan peternakan. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Kupang – Karantina Pertanian Ende, provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat selama semester satu, bisnis hewan ternak antar daerah alami kenaikan dengan nilai transaksi mencapai Rp 81,8 miliar.
“Sampai dengan pertengahan Juli 2021 ini, pengiriman hewan besar seperti sapi, kerbau, kuda dan kambing dari Pulau Flores dan Lembata mencapai 27.962 ekor dengan nilai Rp 81,8 miliar,” kata Kepala Karantina Pertanian Ende, Konstan seperti dikutip dari ANTARA Kupang, Selasa, 20 Juli 2021.

Catatan itu berdasarkan pada data sistem perkarantinaan, Indonesia Quarantine Full Automation System-red (IQFAST) Karantina Pertanian Ende. Hewan ternak yang dilalulintaskan mengalami peningkatan jika dibandingkan pada periode yang sama bulan Juli 2020, Year on Year (YoY). “Kenaikan mulai dari 56,7 persen untuk lalu lintas tiap jenis hewan ternak besar ke daerah lain.”
Kostan menjelaskan jumlah ternak sapi yang dilalulintaskan mengalami peningkatan pada tahun 2021 yakni sebanyak 4.725 ekor dengan frekuensi 152 kali atau naik 56,7 persen yang pada tahun 2020 hanya 3.014 ekor dengan frekuensi 71 kali.
Kemudian kerbau dari 736 ekor dengan frekuensi 36 kali meningkat pada tahun 2021 menjadi 1.672 ekor dengan frekuensi 87 kali atau naik 127,7persen. Sementara Kuda dari 104 ekor dengan frekuensi 23 kali menjadi 360 ekor dengan frekuensi 70 kali atau naik 246,1persen.
Kemudian yang terakhir adalah hewan kambing dari semula 10.920 ekor dengan frekuensi 155 kali menjadi 21.205 ekor dengan frekuensi 481 kali atau naik 94,1 persen.
Hewan ternak itu dikirim ke beberapa wilayah di nusantara seperti Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Dan ia mengakui menjelang Idul Adha baik tahun 2021 dan tahun-tahun sebelumnya lalu lintas hewan ternak besar mengalami peningkatan.
“Kami melakukan pengawasan di tempat pengeluaran di seluruh wilayah Flores dan Lembata. Tindakan karantina dilakukan sebelum hewan dilalulintaskan, untuk memastikan komoditas asal sub sektor peternakan ini sehat, layak dan aman dikonsumsi oleh masyarakat,” imbuhnya.
Kostan menambahkan, bahwa pihaknya mendorong para peternak melalui kerja sama, pendampingan dan juga percepatan pelayanan tindakan karantina.
Ia pun mengajak agar pelaku agribisnis dan investor dapat bersama-sama menggerakkan subsektor peternakan di Pulau Flores, sehingga peternakan bisa lebih maju, mandiri, dan modern.