KUNKER GUBERNUR NTT UNTUK PENINJAUAN KELOMPOK TERNAK DI DESA LEUNKLOT | 26 MARET 2021

Jumat, 26 Maret 2021, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat bersama rombongan tiba di Kabupaten Malaka. Gubernur langsung meninjau kelompok ternak Intan Permai di Desa Leunklot, Kecamatan Weliman. Kelompok ini terbentuk sejak tahun 2012 dan beranggotakan 50 orang. Di tahun 2014 kelompok Intan Permai menerima bantuan MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) dari Pemerintah Pusat dalam bentuk sapi sebanyak 95 ekor, terdiri dari 90 ekor ternak sapi betina dan 5 ekor jantan dan terus dikembangkan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan & Peternakan Kabupaten Malaka, Rofinus Seran, dalam laporannya menyampaikan bahwa populasi sapi di Malaka mencapai 92.282 ekor yang pengembangannya juga dibantu melalui program Inseminasi Buatan (IB). Dan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Malaka siap mendukung program Pemerintah Provinsi NTT dalam pegembangan IB sapi Wagyu di Kabupaten Malaka.

Pada kunjungan kali ini Gubernur NTT memberikan apresiasi kepada kelompok Tani Intan Permai yang telah memelihara dan mengembangkan sapi bantuan pemerintah hingga mencapai lebih dari 200 ekor bahkan dari ternak-ternak tersebut telah dijual 72 ekor untuk kebutuhan ekonomi anggota dalam kelompok. Dalam sambutannya, Gubernur meminta agar peternak di Malaka dapat menjadi peternak yang efisien, efektif dan produktif dalam beternak, menyiapkan kandang, pakan dan lahannya. Pemerintah harus terus berinovasi untuk mengajarkan kepada peternak sehingga dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi. Gubernur juga meminta Dinas Peternakan Provinsi untuk membuat kandang permanen bagi kelompok Intan Permai sehingga menjadi model bagi kelompok-kelompok ternak lainnya di kabupaten Malaka.

Lebih lanjut Gubernur NTT meminta kepada kelompok ternak untuk menyiapkan lahan ternak lebih dari dua hektar untuk menanam dan mengembangkan pakan ternak seperti rumput dan lamtoro. Pemerintah juga akan menyiapkan mesin pencacah pakan sehingga ketersediaan pakan ternak di musim kemarau tetap ada, untuk menjaga agar berat badan ternak tetap stabil. Gubernur juga menyampaikan tentang pengembangan sapi wagyu, diharapkan pada tahun 2024, NTT sudah dapat menghasilkan sapi Wagyu murni yang memiliki kualitas daging premium. Untuk mendukung pengembangan sapi Wagyu di NTT ini, dibutuhkan tenaga muda yang cerdas dan trampil, oleh karena itu akan dipersiapkan 100 orang pemuda NTT yang diambil dari tiap-tiap kabupaten untuk dikirim ke Jepang dan dilatih cara memelihara sapi wagyu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *