Kenapa Analisis Risiko?

Analisis risiko umumnya dilakukan untuk mengevaluasi risiko yang ditimbulkan oleh perdagangan produk antara dua negara atau wilayah. Alat penilaian risiko dapat digunakan untuk menentukan kerentanan pulau yang masih bebas suatu penyakit tertentu dengan cepat, sehingga sumber daya manusia (SDM) yang terbatas dapat diarahkan untuk kegiatan surveilans dan meningkatkan sensitivitas dari sistem surveilans tersebut.

Badan Kesehatan Hewan Dunia/Office International des Epizooties (OIE) mengadopsi Model Covello-Merkhofer untuk desain analisa risiko. Desain tersebut meliputi identifikasi bahaya, penilaian risiko, manajemen risiko, dan komunikasi risiko. Penilaian risiko adalah proses mengevaluasi kemungkinan dan konsekuensi biologis dan ekonomi terhadap masuknya, keberadaannya dan menyebarnya bahaya ke dalam wilayah negara pengimpor.

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan provinsi kepulauan, yang mempunyai keunggulan dalam mencegah penyakit baru masuk ke wilayah NTT ataupun melokalisir terhadap penyakit yang sudah ada sehingga tidak menular ke pulau yang masih bebas karena memiliki barrier alami yaitu laut. Sebagai contoh misalnya telah terbukti kurang lebih selama 20 tahun rabies hanya terlokalisir di pulau Flores dan Lembata. Namun kondisi ini dapat berubah apabila tidak dilakukan pengawasan lalu lintas HPR di antara pulau-pulau yang masih bebas baik itu di pintu masuk resmi maupun di pintu masuk tidak resmi.

Contoh lain adalah penyakit Avian Influenza, pada saat ini Provinsi NTT tidak ada laporan kasus kejadian penyakit ini. Hal ini telah dibuktikan dengan hasil surveilans selama beberapa tahun terakhir oleh Balai Besar Veteriner Denpasar menunjukkan hasil negatif terhadap Avian Influenza.

Maka untuk memproteksi wilayah NTT dari ancaman masuknya penyakit Avian Influenza dan beberapa penyakit hewan lainnya, pemerintah Provinsi NTT melakukan kegiatan analisis risiko terhadap perusahaan-perusahaan yang akan memasukkan hewan, produk hewan dan hasil ikutan lainnya ke wilayah NTT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *