PANEN PEDET INDIKATOR KEBERHASILAN UPSUS SIWAB

UPSUS SIWAB merupakan gerakan guna lebih mendorong pertumbuhan sapi dan kerbau yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 48/Permentan/PK.210/10/2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting. Upsus Siwab akan memaksimalkan potensi sapi indukan di dalam negeri untuk dapat terus menghasilkan pedet (anak sapi) dalam rangka menambah populasi ternak nasional. Selain dari kelahiran anak sapi/kerbau, target lain yang akan dicapai yaitu menurunnya angka penyakit gangguan reproduksi dan menurunnya pemotongan sapi betina produktif. Upaya ini dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan asal ternak dan meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus mengejar swasembada sapi tahun 2026 seperti yang ditargetkan Presiden RI  Joko Widodo. 

Upsus Siwab dilaksanakan melalui strategi optimalisasi pelaksanaan Inseminasi di 33 propinsi yang dibagi menjadi 3 bagian: (1) Daerah sentra sapi yang pemeliharaannya sudah dilaksanakan secara intensif yaitu di Jawa, Bali dan Lampung; (2) Daerah sentra ternak dengan sistem pemeliharaan semi intensif (Sulawesi Selatan, Sumatera dan Kalimantan); (3) Daerah ekstensif yang tersebar di propinsi NTT, NTB, Papua, Maluku, Sulawesi, NAD dan Kalimantan Utara.

Guna mendukung Program Upsus Siwab, selain menerapkan teknologi IB untuk penyebaran bibit unggul ternak ke masyarakat secara murah, mudah, dan cepat, Kementan juga menerapkan teknologi tepat guna lainnya yakni transfer embrio [TE]. Pemanfaatan teknologi transfer embrio untuk memproduksi sapi bibit unggul jenis Belgian Blue yang dikawinsilangkan [crossbreeding] dengan beberapa jenis sapi di Indonesia melalui kegiatan transfer embrio, selain untuk peningkatan mutu genetik juga memperkaya genetik ternak yang telah ada. Selain untuk mempercepat peningkatan populasi sapi di dalam negeri, Upsus Siwab juga mampu meningkatkan kualitas sumber daya genetik ternak sapi melalui pemanfaatan teknologi reproduksi.

Program Upsus Siwab menuai hasil luar biasa, karena sudah banyak daerah yang melakukan panen pedet atau anak sapi termasuk di Kabupaten Kupang, Jumat (28 Juni 2019) bertempat di Desa Oesao Kecamatan Kupang Timur, yang juga dihadiri oleh Dirjen Peternakan. Hingga Agustus 2019 secara nasional, realisasi sapi bunting mencapai 1.372.779 ekor atau 60,55% dari target 2,1 juta ekor, capaian kelahiran sebanyak 1.237.978 ekor (67,68% dari target), dan realisasi layanan inseminasi buatan (IB) mencapai 2.323.010 ekor (72,26% dari target tiga juta ekor. (Laporan Ditjen Peternakan Agustus 2019 ). Faktor utama keberhasilan produksi ternak bila ditunjang dengan pemenuhan hijauan pakan ternak yang berkualitas Program Gerakan Pengembangan, Pemanfaatan Pakan Berkualitas (Gerbang Patas) dan pengembangan padang pengembalaan adalah program pendukung siwab untuk menjawan ketersediaan pakan berkualitas.

Kinerja dokter hewan, petugas inseminator, petugas PKB dan pelayanan pemerintah daerah dalam pelaksanaan Program Upsus Siwab yang merupakan ujung tombak keberhasilan di lapangan. Tanpa komitmen yang kuat dari petugas dan dukungan Pemda, program tidak akan berhasil.

Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian RI Drh. I Ketut Diarmita, MP mengapresiasi upaya dan kerja keras Pemda dan masyarakat Kabupaten Kupang dalam meningkatkan jumlah populasi dan kualitas ternak sapi. NTT jelasnya merupakan salah satu lumbung ternak sapi Nasional dan Kabupaten Kupang merupakan salah satu daerah penyuplai terbesar.

Hadir pada acara panen tersebut Bupati Kupang Korinus Masneno, Wabup Jerry Manafe, Kadis Peternakan Provinsi NTT Ir. Danny Suhadi, Kadis peternakan Kabupaten Kupang Drh Yacoba Ludjuara dan para petani peternak Kabupaten Kupang.

Prestasi Kabupaten Kupang mencapai hasil tertinggi se-Provinsi NTT baik melalui inseminasi buatan (IB) maupun Intensifikasi Kawin Alam (INKA) menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kualitas dan kuantitas ternak sapi di NTT.

Humas Setda Kabupaten Kupang

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian RI, Drh. I Ketut Diarmita, MP ketika melihat sapi program Upsus SIWAB di Desa Oesao. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *