Penggunaan Ultrasonografi (USG) Pada Ternak Sapi betina

 Ultrasonogarfi (USG) merupakan alat teknologi modern untuk Pemeriksaan kebuntingan pada ternak yang bunting. Penggunaan USG dalam mendiagnosa kebuntingan relatif lebih cepat dan dapat memperlihatkan keadaan embrio maupun perkembangan embryo didalam rahim. Hasil gambaran USG adalah memperlihatkan sonogram bahwa terjadinya perubahan ukuran dan bentuk pada organ uterus, terlihatnya fetus serta terlihatnya perkembangan fetus beserta organnya. Pergerakan fetus didalam rahim atau uterus dapat terlihat secara real time.
Penggunaan USG dalam mendiagnosa kebuntingan relatif lebih cepat dan dapat memperlihatkan keadaan embrio maupun perkembangan embryo didalam rahim. Prinsip dari USG adalah Penggunaan gelombang ultrasonik dengan frekuensi 1,5-15 MHz. Gelombang ultrasonic ini akan memberikan atau memperlihatkan gambar struktur badan maupun organ melalui jalur pantulan echo yang bolak balik dari jaringan maupun organ secara real time (Sonogram). Sonogram kebuntingan pada sapi akan memperlihatkan terjadinya perubahan ukuran dan bentuk pada organ uterus, terlihatnya fetus serta terlihatnya perkembangan fetus beserta organnya sedangkan pergerakan fetus didalam rahim atau uterus hanya dapat terlihat secara real time. Penggunaan USG pada sapi dapat dilakukan pada sapi dengan umur kebuntingan 25 hari pada sapi dara dan 28 hari pada induk . Selain itu penggunaan USG dalam mendiagnosa kebuntingan pada sapi juga dapat memperlihatkan perbedaan kondisi uterus bunting dan tidak bunting secara jelas, bentuk fetus, perkembangan fetus beserta organnya, kematian embrio dini, serta adanya pergerakan fetus apabila dilihat secara real time. admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *