Dukung NTT bebas Rabies

Pengendalian populasi Hewan Penular Rabies (HPR) liar merupakan salah satu kunci utama dalam pengendalian rabies.
Mencegah rabies dapat dilakukan dengan vaksinasi pada HPR yaitu anjing, kucing dan kera/monyet, menjadi pemilik hewan yang bertanggungjawab dan menghindari gigitan HPR seperti dengan pemagaran sekitar rumah atau mengandangkan dan memberi rantai . Vaksinasi cukup efektif dalam mencegah rabies namun salah satunya tergantung cakupan vaksinasi yang dapat dijangkau dalam wilayah tersebut. Artinya semua anjing kucing dan kera dalam wilayah tertular harus di vaksinasi semuanya. Sejak Tahun 2002 dengan Keputusan Mentri Pertanian Nomor 473/Kpts/TN.150/8/2002 ditetapkan Pulau Flores dan Pulau Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai daerah tertular rabies.
Selain kegiatan vaksinasi pada semua HPR, pengendalian populasi HPR dapat dilakukan dengan sterilisasi, eliminasi dan pembuatan shelter/rumah singgah untuk anjing liar/tidak berpemilik. Eliminasi juga dapat dilakukan untuk menekan populasi saat terjadi ledakan populasi HPR/jumlah gigitan dalam tingkat yang telah mengkhawatirkan dan perlu dilakukan tindakan kombinasi lainnya untuk mengurangi kasus gigitan Rabies, tentunya diperhitungkan dengan pertimbangan ekonomisnya.
Dalam mendukung pariwisata di Pulau Flores Lembata perlu serius dalam melakukan kegiatan pemberantasan penyakit rabies di pulau ini dengan vaksinasi masal semua HPR secara serempak agar menekan kasus dapat ditekan menjadi menjadi nol (0) kasus.
Untuk itu diperlukan kerjasama antara Pemerintah bersama masyarakat dan semua stage holders untuk saling membantu agar mewujudkan BEBAS RABIES di Nusa Tenggara Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *